Senin, 02 September 2013

soal kita yang tak paham waktu dan takdir.

kita sama sama mencoba memahami.
soal waktu. soal takdir.
lalu kita belajar menyelami waktu.
menyelami takdir.
tapi pada akhirnya kita cuma bisa diam. bisu.
waktu dan takdir sungguh bukan tandingan kita.
kita berjalan di garisnya, entah di garis yang sama atau bukan, aku tak tahu.
tapi kita ada di dalamnya.
dalam waktu. dalam takdir.
lalu kita mulai meracau soal Sapardi.
soal waktu yang fana.
soal kita yang abadi.
bukankah kita sudah sepakat bahwa waktu dan takdir bukan tandingan kita?
bahkan untuk sekedar bilang sampai jumpa atau selamat tinggal pun kita bingung.
tapi kini mereka telah menggariskan kita di garis yang pasti.
di garis yang harus.
kau dan aku.
berjalan untuk sekedar menuju nanti.
menuju sampai yang belum ditentukan.
menuju ruang yang baru.
aku berjalan ke sisiku.
kau berjalan ke sisimu.
kita berjalan menuju jua yang serupa.
tapi tetap tak sama.
dan... kita adalah kita.
yang masih awam soal waktu.
yang masih kebingungan soal takdir.
dan pada akhirnya, kita menyerahkan segalanya pada garis yang digariskan.
pada garis yang dijelaskan.
semoga kita bertemu di garis yang sama.
aamiin? silahkan.. semoga kita bukan sekedar mengamini tanpa mengimani.