Senin, 15 September 2014

apakah aku yakin? insya allah.

kuputuskan untuk yakin. atas semua keraguan yang tak henti menerpa, akhirnya kuputuskan untuk yakin. untuk bisa meyakini setiap inci mimpi kita. untuk bisa meyakini setiap jengkal khayal kita. tentang janjimu dan janjiku. kita terikat olehnya, biarlah, karna gerakku dan gerakmu masih bisa kita satukan menjadi tarian indah tanpa rasa tercekik. kuputuskan untuk yakin. karena tugasku terhadap mimpiku dan mimpimu hanya satu, cukup mempercayainya. tapi bukan hanya sekedar itu, aku putuskan untuk yakin. dan aku pastikan bahwa aku akan menyelamatkan kuliahku. karena cuma itu yang bisa kulakukan saat ini, sebagai perempuan, sebagai anak dari Ibuku, sebagai istri bagi suamiku (kelak), sebagai Ibu dari anakku (kelak), dan sebagai hamba dari Tuhanku.  dan aku haruskan kamu untuk menyelamatkan kuliahmu. karena cuma itu yang bisa kamu lakukan sebagai laki laki, sebagai suami dari istrimu (kelak), sebagai Ayah dari anakmu (kelak), dan sebagai hamba dari Tuhanmu. diantara yang aku pastikan dan aku haruskan, aku berdoa semoga segala inci dan jengkal proses yang kulalui, akan selalu ada kamu, dan berakhir di kamu. apakah aku yakin? Insya Allah. Bismillah.




-ditulis oleh perempuan yang berusaha untuk yakin atas keputusannya untuk yakin-