Minggu, 28 April 2013

dengan air mata yang mana lagi.

"jika dengan jancuk pun tak sanggup aku menjumpaimu
dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu"

Crap! dua baris puisi itu membuatku berhenti membaca. stop! ini kalimat edan! Sujiwo Tejo emang juaaancuk! hah! lihat, karena kalimat awal puisinya itu mampu menghadirkan lagi sosoknya. sosok yang telah lama mati dari ingatanku. entah kenapa kata menjumpaimu, air mata, kuketuk hatimu, mampu memohok lagi hatiku. menguak luka lama yang perlahan kian menganga. bah! Jiwooooo jancuk tenan kau ini! perempuan bodoh ini kembali menjadi bodoh! tolol! see? dia mulai menulis, mulai mengumpat, mulai ingat, mulai mengenang dan..... mulai ter..luka. shit! apa kabar mas yang satu itu? katanya sebentar lagi jadi sarjana. nah.. nah kan??!!! mulai ini, mulai gila dia! mulai mempertanyakan lagi. hih! jelas jelas kemarin sore sudah lupa. sudah tidak peduli. eh, sudah tidak ingin peduli maksudnya. dan sekaranggg?!!!
hhh... dengan air mata mana lagi dapat kuketuk hatimu. hmm dengan air mata yang mana lagi yah? bukankah sudah berjanji untuk tidak menangisi lelaki yang belum tentu jodohmu Et?! iya! bukankah sudah berjanji untuk tidak lagi berharap? ingat! kamu ini terlalu sederhana Et! amat sederhana. sekali. sungguh, standar kesederhanaannya jauh denganmu Et!
hah! sudah! sudah! cukup! cukup sekian kamu mengenangnya Etttt! kalau terlalu lama nanti kamu pingsan Et! kepalamu berat oleh ingatan. hatimu pun tak kalah beratnya oleh luka. yuk ah! dadah! babay! jika dengan jancuk pun tak sanggup aku menjumpaimu, dengan air mata mana lagi dapat kuketuk pintu hatimu. so? dengan air mata yang mana lagi? mudah mudahan dengan air mata yang satu ini aku dapat mengetuk hatinya. air mata yang tak terjatuh. tertahan. karena untuk apa menangisi lelaki yang belum tentu jadi jodohmu? see you mas!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar