"setiap orang itu berbeda, tapi menurutku... sebaik baiknya perasaan ialah perasaan yang terbahasakan."
begitu kata seniorku. apa aku setuju? entahlah. aku cuma balik bertanya padanya: mengapa harus seperti itu? mengapa kita tidak menunggu dan berharap saja? bukankah harusnya seperti itu? ya, menunggu artinya bersabar, dan berharap artinya berdoa. apa itu tidak cukup? tapi dia tetap keukeuh atas pendiriannya.
dan.. aku mengerti. mengerti sekali.karena memang yang aku bicarakan tidak sesimpel itu. menunggu dan berharap. apa itu mudah dilakukan? hah! sulit. amat sulit. meski aku percaya pepatah ini: "there is always someone for someone" (ini yang meyakinkanku untuk menunggu) tapi ternyataaa sialnya, jumlah perempuan itu lebih banyak daripada laki laki. so? mungkin pepatah itu tak lagi berlaku. atau mungkin mesti ada tambahan, jadinya begini: "there is always someone for someone who fight for their love" hm iya nggak? hmm jadi perasaan yang terbahasakan, haruskah? jawabannya tetap sama: entahlah. biar tetap menjadi pertanyaan untukku sampai saatnya tiba untuk terjawab. kapan? entahlah~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar