hai, bro! asik ya jadi yang pura pura tidak melihat? duh, kalau aku sih tidak mahir. selamat!
seandainya aku punya keberanian sebesar gajah, mungkin akan aku sampaikan kalimat yang di atas padamu secara langsung. frontal. to the point. tapi sayang, kenyataannya nggak gitu. aku cuma berani ngetik kalimat itu dan...klik! berharap kamu melihat dan...klik! kamu menyapa. tapi yaaaa, don't expect too much masih ingat kan Ett? ternyata kamu masih diam. bisu. entah pura pura bisu. atau mau bisu beneran? astagfirullah :|
duh, aku yakin kamu lihat aku. jelas. setidaknya lihat namaku sekilas sekilas, kan? tapi kenapa kenapa dan kenapaaaaaa? ini udah nggak bisa dilanjutin. cukup sekian. gila! nyaris sinting aku cuma gara gara kamu! yang pasti aku amat sangat yakin sekali kalau kamu lihat aku. titik. eh bentar, atau kamu memang tidak melihat sama sekali? karena memang kurang penting? duh, iyaaaa kali yaaah. karena kamu tak melihat. karena cuma aku yang lihat. tutup buku. wassalam!
Minggu, 16 Juni 2013
Kamis, 13 Juni 2013
kemudian aku munafik.
munafik /mu·na·fik/ a berpura-pura percaya atau setia dsb kpd agama dsb, tetapi sebenarnya dl hatinya tidak; suka (selalu) mengatakan sesuatu yg tidak sesuai dng perbuatannya; bermuka dua:
kbbi mengartikan munafik itu yaa seperti yang di atas. see? I'm fake. I'm hypocrite. muka dua. hah! kenapa? aku selalu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatanku. yaps, aku selalu bilang: aku punya definisi kesuksesan tersendiri. aku bilang, sukses bukan masalah kamu kuliah di kampus favorit, bukan masalah kamu kuliah di jurusan terkeren, bukan masalah itu. bukan. sukses itu soal eksistensi diri. soal kamu yang menemukan tempat kuliahmu dan kamu ada, soal kamu yang menemukan jurusanmu dan kamu ada. kamu ada. ada di sana. nampak di sana. karena itu yang pas sama kamu. cukup pas di kamu, dan kamu ada, lalu kamu sukses. that's it. but, I'm bullshit. I'm liar. I'm fake. I'm hypocrite. karena toh nyatanya kakiku belum ada di lantai. masih melayang. mengkhayal. karena toh nyatanya aku masih nyiksa diri menuju kampus favorit. aku masih ngebego begoin diri selesai berperang dengan soal. aku masih mengkhawatirkan diri sendiri menunggu pengumuman. aku masih dikotori definisi sukses yang mainstream. dan definisi sukses yang kubuat sendiri itu yaa menguap entah ke mana. bah! FYI, aku idealis... tapi kemudian aku munafik. *muntah deh guwweeee*
kbbi mengartikan munafik itu yaa seperti yang di atas. see? I'm fake. I'm hypocrite. muka dua. hah! kenapa? aku selalu mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatanku. yaps, aku selalu bilang: aku punya definisi kesuksesan tersendiri. aku bilang, sukses bukan masalah kamu kuliah di kampus favorit, bukan masalah kamu kuliah di jurusan terkeren, bukan masalah itu. bukan. sukses itu soal eksistensi diri. soal kamu yang menemukan tempat kuliahmu dan kamu ada, soal kamu yang menemukan jurusanmu dan kamu ada. kamu ada. ada di sana. nampak di sana. karena itu yang pas sama kamu. cukup pas di kamu, dan kamu ada, lalu kamu sukses. that's it. but, I'm bullshit. I'm liar. I'm fake. I'm hypocrite. karena toh nyatanya kakiku belum ada di lantai. masih melayang. mengkhayal. karena toh nyatanya aku masih nyiksa diri menuju kampus favorit. aku masih ngebego begoin diri selesai berperang dengan soal. aku masih mengkhawatirkan diri sendiri menunggu pengumuman. aku masih dikotori definisi sukses yang mainstream. dan definisi sukses yang kubuat sendiri itu yaa menguap entah ke mana. bah! FYI, aku idealis... tapi kemudian aku munafik. *muntah deh guwweeee*
Minggu, 09 Juni 2013
Ma, ini soal anakmu yang tak mau mati.
Ma, aku baru selesai melihat lirik lagu ini. Queen, Bohemian Rhapsody. aku tertampar, Ma. aku tahu arti lirik ini. tapi aku tak tahu pasti maksud dari sang penulis lirik. yang pasti aku menangkap makna tersendiri. Ma, aku tidak ingin mati. belum ingin. aku belum jadi mahasiswa. ya, aku belum jadi mahasiswa. maaf Ma... aku minta doamu. selalu. agar aku sanggup menerima soal. lagi. lagi. dan lagi. agar aku tidak perlu mati, ditenggelamkan soal. agar aku tidak perlu mati, dicekik rumus. agak aku tidak perlu mati, diserang bertubi tubi hafalan. agar aku tidak perlu mati, hanya karena ingin menjadi mahasiswa. karena aku belum ingin mati. aku belum jadi mahasiswa, Ma. dan aku janji untuk tidak mati. titik.
Langganan:
Postingan (Atom)