Jumat, 25 Januari 2013
sungguh, ini lebih sakit dari apapun!
dari segala yang dirasa, yang satu ini lah yang sungguh menyiksa. demi apapun, ini lebih sakit dari patah hati, lebih sedih dari cinta bertepuk sebelah tangan, dan lebih menyiksa dari memendam rindu. rasanya lebih baik ditolak oleh ribuan Adam daripada harus menanggung kenyataan sepahit ini. sungguh cinta memang gila, namun lebih gila lagi pertemanan. patah hati? saya masih mampu mengais ais patahan lainnya dengan seorang yang menamainya teman. lalu bagaimana dengan patah pertemanan? bahkan sebelah hati pun tidak tersisa. terlanjur remuk. habis sudah. yang tersisa hanya diri ditemani enigma gila yang semakin hari semakin menggerogoti hati. bah! lalu apa yang mesti saya lakukan? apa yang mesti saya lakukan, kalau ternyata dia -orang yang berlabel teman- tidak mau menjelaskan dan meluruskan prasangka yang terlanjur berkelok kelok? bahkan sangat tampak bahwa cuma saya yang merasa tersiksa begini. cuma saya yang terus bertanya pada sekitar: ada apa? apa yang terjadi? apa yang mesti saya lakukan? apa?! sedangkan dia? dia cuma diam. melakukan aktivitas dengan normalnya. tanpa beban. pula tanpa saya. oh my... kalau begini caranya lama lama hati ini habis. kepercayaan pun runtuh. duhai, tak ada pertemanan yang abadi. atau mungkin, memang tak ada sebuah pertemanan? itu hanyalah seonggok kata tanpa makna. yak, school. friendship. love. life. I don't give a damn! most of all are bullshit! the cycle is lust. and then lost! terimakasih! selamat! sungguh kamu telah menemukan siklusnya! lust >> lost! welcome to the real life! dan sungguh, kenyataan ini lebih sakit dari apapun!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar