Jumat, 09 November 2012

di persimpangan segala

di persimpangan segala...

demi apapun, aku hancur. remuk. lebur.
habis digerogoti pikiran.
untuk ke sekian kalinya, lagi dan lagi.
aku mesti terseok- seok begini.
digusur paksa oleh tangan- tangan yang mengaku bernama masa depan.
lagi dan lagi.
aku terjelebam. jatuh.
terdorong dengan kerasnya oleh peran yang kupikul sendiri yang menamainya pelajar. bah!
maka sampailah aku di sini.
di persimpangan segala.
segala rasa.
rasa tertuntut. dan dituntut.
maka aku harus menuntut siapa?
apa perlu aku menuntut segala sistem bobrok yang sampai aku gila begini masih saja dianut?
atau menuntut perempuan gila nan menakjubkan di rumahku dengan alasan mengapa dia melahirkanku?
atau bahkan lebih gilanya lagi aku mesti menuntut Dia? bah! untuk yang satu ini aku hanya bisa beristigfar..
pada akhirnya aku tahu. tahu sekali.
aku mesti menuntut siapa. dan apa.
ya, aku tahu.
pada akhirnya aku mesti menuntut aku.
menuntut perempuan gila satu ini.
menuntut diri untuk tetap sabar. tetap sayang. tetap ikhlas. dan tetap cinta.
atas segala yang dirasa. dipikir. dilakukan.
atas segala yang di mimpi. di angan. juga di sini.
di persimpangan segala.
ya, bahkan diri ini mesti dituntut oleh dirinya sendiri.
pada akhirnya ya begini.
masih tertuntut. masih dituntut.
ingat, sabar...

2 komentar: