tidak ada yang mesti menjadi follower atau pun following di antara kita.
saya kurang paham. kamu memang seorang Adam dengan balutan kepolosan atau bahkan sialnya kebodohan. bah!
setelah sekian lama saya dan kamu, sedikit demi sedikit berubah menjadi kita. kita. tanpa sebuah peresmian, gunting pita dan syukuran untuk menjadikan kita. entah itu saya yang salah tafsir atau salah harap atau bahkan salah rasa mengenai kita, tapi saya tidak peduli. dari segala tindakanmu itu semua menyiratkan kalau kita ya, kita.
dan seiring berjalannya waktu, saya merasa kalau kita terkadang kembali menjadi masing masing diri dengan asik. saya, ya saya. kamu, ya kamu. tapi entah kenapa kamu lama lama terlihat berusaha untuk menjadi saya. entah memaksakan diri atau bagaimana, kamu seolah ingin mencoba apa yang saya coba. menyukai apa yang saya sukai. melihat apa yang saya lihat. mendengar apa yang saya dengar. saya tidak keberatan, sama sekali tidak. hanya saja, saya yang sebegininya sama kamu tidak pernah berusaha untuk menjadi kamu. cukup lah kita menjadi kita dengan kewarasan dan kegilaan masing masing. tak ada yang mesti diubah.
dan semuanya terasa lebih sesak ketika kamu bilang, "untuk saat ini, saya cuma mau jadi pengikut. nggak mau diikuti." dan ketika saya bertanya bagaimana rasanya jadi pengikut, dengan polosnya kamu menjawab, "ternyata susah juga ya jadi pengikut." duh! jawaban yang bodoh sekali. terlepas dari kepolosan dan keceplosanmu itu, saya menangkap bahwa kamu ini memang tolol. berusaha menjadi pengikut, menjadi orang lain tanpa kamu nikmati proses itu. tanpa kamu resapi perbuatan itu. bah! kamu seolah mengumumkan bahwa kamu siap mengikuti saya kemana pun, tanpa jiwa kamu. yang mengikuti cuma raga. ikut suka. ikut asik. ikut enjoy. tapi itu semua cuma bullshit! tidak ada "hati".
saya lebih suka kamu dengan diri kamu. merasa apa yang ingin kamu rasa. melihat apa yang ingin kamu lihat. mendengar apa yang ingin kamu dengar. bukan yang saya ingin, tapi yang benar benar kamu ingin. karena sesungguhnya untuk menjadi kita, tak perlulah saya menjadi kamu. tak perlulah kamu menjadi saya. hanya cukup meresapi dan menghayati siapa itu kamu dan siapa itu saya.
kita hanya perlu jalan bersama dengan segala yang ada di diri. cukup saya dengan gilanya saya. cukup kamu dengan gilanya kamu. cukup saya dengan warasnya saya. cukup kamu dengan warasnya kamu. cukup kita dengan kegilaan dan kewarasan masing masing.
kita hanya perlu berdampingan dengan kesan, pesan dan alasan masing masing. saya tak perlu mengikuti kamu. kamu tak perlu mengikuti saya. saya tidak semestinya diikuti kamu. dan kamu tidak semestinya diikuti saya. karena... tidak ada yang mesti menjadi follower atau pun following di antara kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar